Sebuah Penutup Pertanggungjawabanku…

Segala puji hanyalah milik Alloh ‘Azza Wa Jalla. Sholawat terangkaikan salam semoga selalu tercurah kepada uswah dan qudwah kita, Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wassalam, para keluarga beliau, para shahabat dan shahabiyah beliau, dan para pengikutnya senantiasa istiqomah berada di atas jalan kebenaran ISLAM  sampai suatu saat dimana kita akan menghadap Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Sudah satu tahun lebih satu bulan plus sepuluh hari kami berjuang bersama di TPA. Di dalam kereta perjuangan ini, saya ditemani oleh orang-orang hebat yang luar biasa. Ada Bu Hana yang rajin dan kritis demi kebaikan saya -atau lebih tepatnya kami- dan TPA (terima kasih Bu), Bu Tina yang tidak kalah rajin dengan kakaknya -selain itu juga semangat- (tetap semangat dan tetap setia di TPA ya Bu), Bu Mumun yang selalu tersenyum dan sabar bersama anak-anak didiknya @ TPA (maaf Bu, belum sempat mampir makan ke Rumah Ibu), Bu Mimi yang pendiam dan pemalu J, Pak Agus yang pendiam tapi bisa juga rame (jadi inget waktu rihlah ke Taman Bunga, tepatnya saat Pak Agus nyanyi-nyanyi di bus sama Bu Agus), Pak Fauzi yang lucu dan seru, Bu Evi yang tidak bosan duduk di sekre menunggu bayaran SPP santri, Bu Ayi + Bu Ela yang tidak pernah henti mengingatkan mentor-mentor akhwat mahasiswa lain untuk rajin datang ke TPA (jazakumulloh atas kerjasamanya), serta Pak Supri dan ikhwan-ikhwan mahasiswa lainnya yang luar biasa (Jazakalloh special for Pak Supri atas lancarnya penggajian TPA selama ini, tak ketinggalan juga untuk ikhwan-ikhwan lainnya, “Jazakumulloh”).

 

Masih sangat hangat dalam ingatan, saat itu Mas Andi –koordinator TPA 2008-2009- menyerahkan tampuk amanah kepada saya, tepatnya tanggal 6 November 2009, sore hari, dalam kondisi hujan di luar masjid, di tempat yang sama –ruang utama masjid An Nur tercinta-. Saat itu saya benar-benar merasa bahwa ini adalah amanah besar dan pasti akan sangat sulit menjalankannya. Saya jadi pesimis, saya merasa diri ini tidak akan mampu untuk melaksanakan amanah ini. Saya tambah down lagi ketika kemudian melihat sosok koordinator sebelumnya yang begitu luar biasa kinerjanya untuk TPA. Pikir saya, apakah saya bisa seperti beliau –sang pendahulu- yang telah menciptakan bangunan manajemen dan infrastruktur di TPA dengan begitu megahnya. Saya khawatir bahwa saya ini nanti justru akan menjadi penghancur bangunan ini sedikit demi sedikit. Tolong aku Ya Robb, Ya Rohman, Ya Rohiim. Pinta saya pada Alloh, “Ya Alloh, semoga hamba dapat menjalankan semua amanah ini dengan baik…”

Bismillah, saya pun melangkah, satu demi satu kujalani hari-hari di TPA. Memang ternyata benar apa yang saya pikirkan bahwa ini adalah amanah besar dan semua pihak berharap kami sukses menahkodai bahtera TPA ini. Bagaimana tidak? Bisa jadi kelak dari sinilah akan lahir calon-calon pemimpin masa depan bangsa yang luar biasa, yang mampu membawa bangsa ini menjadi Bangsa yang Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur. Bisa jadi pula kelak dari sinilah akan lahir ustadz-ustadzah yang sholih dan sholihah yang akan menjadi guru bangsa yang sangat hebat. Dan bisa jadi pula kelak dari sinilah akan lahir para dokter, polisi, tentara, pilot, akuntan, pengusaha, politisi, dan astronot yang sholih dan sholihah juga mujahid dan mujahidah.

 

 

 

Ya, kadang cuaca memang tidak bersahabat, angin menerpa, badai menerjang, dan ombak mendera kami. Namun semua itu Alhamdulillah mampu kami lewati setelah sebelumnya kami hadapi. Alhamdulillah Ya Alloh. Sungguh benar firman Engkau,

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. Beri ma’af-lah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir. (QS. Al Baqoroh : 286)

Akhirnya, cukup sekian dari kami, kepada semua pihak yang telah banyak membantu kepengurusan ini menjalankan amanahnya, kami ucapkan Jazakumulloh khoiron katsiiro. Dalam amanah yang pastinya tiada sempurna ini, ada kalanya salah dan khilaf banyak lahir dari kami. Oleh karenanya, kami mohon ampun kepada Alloh dan meminta maaf setulus-tulusnya kepada semuanya. Sungguh pun kami sekarang sudah menyerahkan amanah ini kepada penerus kami, bukan berarti kami akan pergi dan lepas begitu saja, insya Alloh kami akan selalu mengiringi dan mensupport TPA semampu kami. Kepada penerus kami, yakinlah akan pertolongan Alloh. Sudah sering saya sampaikan kepada kalian sebuah firman dari Alloh,

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)

SEMANGAT DAN TETAPLAH ISTIQOMAH…!!! ALLOHU AKBAR…!!!

Atas nama pengurus TPA An Nur 2009-2010

Koordinator Operasional TPA An Nur

Abdurrohman

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

  • Blog Stats

    • 24,630 hits
%d blogger menyukai ini: