Cerdaskan Dirimu dengan Ilmu..!!!

Sebuah nasihat untuk diri dan juga sahabat

 

Ketika adzan berkumandang, dirinya masih asyik mengumandangkan lagu-lagu dengan gitar kesayangannya.

Atau mungkin ketika adzan berkumandang, dirinya masih asyik ‘khusyu’’ menonton sinetron favoritnya.

Atau mungkin ketika adzan berkumandang, dirinya masih asyik memainkan stick game kesukaannya.

Atau mungkin ketika adzan berkumandang, dirinya lebih memilih tetap meneruskan tidur nyenyaknya di atas dipan empuk berselimut rapat.

Sahabat, semua itu memang pilihan. Kita dapat memilih, untuk menjadi insan yang taat  kepada seruan Alloh dan Rosul-Nya atau menjadi insan yang taat kepada bujuk rayu syaithon dan jajarannya.

Kita dapat memilih untuk menyibukkan diri dalam kebaikan atau menyibukkan diri dalam kesia-siaan (keburukan).

Kita pun dapat memilih untuk sabar berada di jalan perjuangan yang suci atau mundur secara teratur dari garis perjuangan dan bahkan kemudian menjadi penentang perjuangan.

Kita jua dapat memilih akan berusaha menjadi hamba Alloh yang dijanjikan dengan jannah-Nya atau menjadi hamba syaithon dan nafsu.

Ya, hidup ini adalah pilihan. Hanya ada dua sisi, kebaikan dan keburukan. Al Haq dan Al Bathil, iman dan kafir, syukur dan kufur, surga dan neraka. Tidak ada tempat di antara keduanya. Sehingga kita harus cerdas memilih, menjadi pejuang kebaikan yang tangguh atau menjadi budak keburukan yang “na’udzubillah”.

Sekali lagi saya katakan, CERDASKAN DIRIMU…!!!

Ya, memang engkau berhak memilih, tapi pilihlah dengan cerdas.

Bayangkan, mana ada orang cerdas yang lebih memilih racun dibandingkan susu ketika keduanya disandingkan ke hadapan.

Mana ada orang cerdas yang lebih memilih sinetron dibanding sholat ketika keduanya menyeru pada saat yang sama.

Mana ada orang cerdas yang lebih memilih berzina dibandingkan menikah.

Mana pula ada orang cerdas yang lebih memilih neraka dibandingkan surga yang luasnya seperti langit dan bumi.

Bayangkan dan renungkanlah, sudah cerdaskah kita dalam menentukan pilihan.

Jangan sampai diri berharap masuk surga, tapi kelakuan ahli neraka yang jadi amalannya.

Jangan sampai diri berharap masuk surga, tapi sholat wajib masih ditinggalkan.

Jangan sampai diri berharap masuk surga, tapi berkawan dengan ahli neraka.

Sadarlah sahabatku, cerdaskanlah dirimu.

Kalau engkau masih menjadi ahli keburukan, itu artinya engkau masih “belum cerdas”, suatu ungkapan yang sebenanya tidak berbeda dengan ketika saya katakan “Anda BODOH”. Maaf jika terkesan kasar. Tapi itulah kenyataanya. Meskipun dirimu bertitel sarjana, master, atau yang lainnya. Akan tetapi jika engkau masih tetap menjadikan syaithon dan nafsu sebagai Tuhan, sama saja tetap dengan suara lebih tegas saya katakan, “ANDA BODOH..”

Akan tetapi jika ada seseorang yang dia mungkin hanya lulusan SD, namun dia mampu menundukkan nafsunya, me-manage dirinya dengan begitu cantik dan anggun, serta mampu mengorientasikan hidupnya untuk hidup yang kekal dan lebih baik nantinya, maka dengan lantang akan saya katakan, “Engkau Cerdas duhai Saudaraku..”

Untuk Anda yang masih belum cerdas, perhatikanlah firman Alloh berikut,

“Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,

Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?”

Mereka menjawab: “Benar ada”, Sesungguhnya telah datang kepada Kami seorang pemberi peringatan, Maka Kami mendustakan(nya) dan Kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”.

Dan mereka berkata: “Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah Kami Termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.

Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.

(QS. Al Mulk : 6-11)

Sahabatku, saksikanlah bahwa saya telah mengingatkan tentang hal ini, baik untuk diri dan juga Engkau.

Ya Alloh, saksikanlah…

Ya Alloh, saksikanlah…

Ya Alloh, saksikanlah…

***

Penyesalan itu memang letaknya di akhir. Tiada lagi efek apapun dari penyesalan itu. Dengan penyesalan tidak mungkin segera ia menjadi sukses. Maka menjadi cerdaslah sebelum maut menjemput…!!

Dengan penuh cinta aku persembahkan ini, untuk kalian semua, duhai Sahabatku, semoga Alloh menjadikan kita pribadi-pribadi yang cerdas. Saya mencintaimu karena-Nya.

Di penghujung risalah ini, ada sebuah perkataan singkat namun penuh makna dari seorang idola saya, Rosululloh Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasalam, “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu me-manage dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati…”

Wallohu a’lam bish showwab.

 

(Sebentuk penjelasan atas terbitnya TRITURA, no.1. Semoga bermanfaat.)

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

  • Blog Stats

    • 24,630 hits
%d blogger menyukai ini: