Manfaatkan Waktumu

Sebuah nasihat untuk diri dan juga sahabat

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

(QS. Al ‘Ashr)

Sahabatku, banyak orang (bahkan mungkin kita termasuk darinya) yang sering terlena dengan nikmat yang satu ini, yaitu waktu. Kondisi ini sudah Rosululloh tegaskan dalam hadits-nya yang menyatakan bahwa ada dua nikmat yang kebanyakan manusia lupa darinya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.

Waktumu adalah pedang, begitu kata orang bijak, apabila anda tidak memangkasnya, maka anda akan dipangkas oleh waktu tersebut. Barangkali anda pernah mendengar kata-kata tadi. Atau anda pernah mendengar kata-kata ini, apa yang terpanjang tapi juga yang terpendek. Apa yang tercepat tetapi juga yang terlambat. Kita semua tidak mengindahkannya, tapi setelah itu kita semua menyesalinya. Tidak ada yang dapat dilakukan tanpa dia. Ia menelan segala yang kecil dan membangun segala yang besar.

Waktu adalah yang terpanjang karena ia ukuran keabadian. Dan yang terpendek karena tidak ada seorang pun yang mempunyai waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas kehidupannya. Bagi mereka yang gembira, waktu begitu cepat berjalan. Tetapi bagi mereka yang menderita, waktu terlalu begitu lambat berjalan. Tidak ada yang dapat dilakukan tanpa ia karena waktu adalah satu-satunya pentas kehidupan kita. Waktu adalah unsur dasar bagi pembentukan kehidupan. Ia menelan semua yang tidak berfaedah.

Semua orang memiliki hak yang sama atas waktu. Setiap orang mempunyai jumlah menit dan jam yang sama dalam sehari. Orang kaya memang mampu membeli jam, namun dia tidak mampu membeli waktu lebih banyak. Ilmuwan tidak dapat menciptakan menit-menit baru dan anda tidak dapat menyimpan waktu anda untuk digunakan pada hari berikutnya. Kendati pun begitu waktu begitu adil dan pemaaf, tidak peduli berapa banyak jam yang anda boroskan di masa lalu. Anda masih memiliki hari esok yang masih lengkap dan tetap 24 jam. Sungguh ditentukan oleh cara menggunakan waktu secara bijaksana dengan membuat perencanaan dan menentukan prioritas yang akan menentukan apakah anda disebut sebagai orang cerdas atau kurang cerdas.

Pintu masa lalu telah tertutup, pintu masa depan belum terbuka, pusatkan diri anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal pada hari ini. Bila anda mau dan bila anda mau, maka yakinlah bahwa hari ini adalah hari terbaik yang akan menghantarkan anda pada masa depan anda untuk waktu-waktu mendatang. Yakinlah anda adalah orang yang akan mampu menaklukkan waktu sebelum waktu menaklukkan anda. Waktu bagaikan pedang, kalau anda tidak sanggup untuk memangkasnya, maka anda yang akan dipangkas oleh waktu itu.

Sahabat, itulah realita tentang waktu sebagaimana diungkapkan oleh aris ahmad jaya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya.

Waktu begitu berharga dan harus kita manfaatkan semuanya dengan sebaik-baiknya. Ada saatnya kita serius dalam perjuangan, namun ada pula saatnya kita bersantai dalam kebahagiaan. Jangan sampai seluruh waktumu habis dalam keseriusan, namun jangan pula seluruh waktumu habis dalam percandaan tanpa makna, tertawa sepanjang masa.

Waspadalah dengan penyia-nyiaan waktu, duhai sahabat. Karena waktu terus berjalan, maka mari kita bersama manfaatkan setiap detik waktu-waktu itu untuk semakin membuat kita bermakna dan semakin membuat kita dekat dan erat dengan Zat Robbul ‘Izzati, Alloh ‘Azza wa Jalla.

Wallohu a’lam bish showwab.

 

“Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”, dan Dia yakin bahwa Sesungguhnya Itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan)*, kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.

Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat, tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran), kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong). Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu**. Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? Bukankah Dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?”

(QS. Al Qiyamah : 26 – 40)

 

*) Karena hebatnya penderitaan di saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat.

**) Kutukan terhadap orang kafir ini diulang-ulang sampai empat kali: pertama di saat ia akan mati, kedua ketika ia dalam kubur, ketiga pada waktu hari berbangkit dan keempat dalam neraka Jahannam.

 

(sebentuk penjelasan dari TRITURA no.2, manfaatkan waktumu..!! Mohon maaf jika penerbitan penjelasan ini terjeda oleh jangka waktu yang lama jika dirunut ke belakang dengan penerbitan penjelasan sebelumnya. Semoga Alloh memberkahi.)

 

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

  • Blog Stats

    • 25,031 hits
%d blogger menyukai ini: